Indikator
  • Undercontruction

Seorang Ibu di Lereng Bromo Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Home / Peristiwa / Seorang Ibu di Lereng Bromo Lahirkan Bayi Kembar Tiga
Seorang Ibu di Lereng Bromo Lahirkan Bayi Kembar Tiga Bayi kembar tiga menjalani perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo (FOTO: Istimewa)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Seorang ibu yang tinggal di lereng Gunung Bromo, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim, melahirkan bayi kembar tiga berjenis kelamin perempuan.

Ibu beruntung itu bernama Leni Kurnitasari. Ketiga bayi yang lahir lewat operasi caesar di RSUD Tongas, kabupaten setempat pada Kamis (12/7/2018) dini hari tersebut, merupakan buah hatinya dengan sang suami, Ngatamsari.

Bayi pertama lahir pada pukul 01.32 WIB dengan berat badan 1.750 gram dan panjang 38 cm, bayi kedua lahir pada pukul 01.33 WIB dengan berat badan 1.515 gram dan panjang 38 cm dan bayi ketiga lahir pada pukul 01.34 WIB dengan berat badan 1.140 gram dan panjang 37 cm.

Persalinan ditangani oleh dr Djouhar KD, Sp.OG dibantu beberapa tenaga medis dan paramedis.

“Karena kondisinya yang masih lemah, bayi tersebut kini masih berada di dalam inkubator. Ketiga bayi masih dalam penanganan medis dan paramedis,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tongas dr. M. Asjroel Sjakrie.

Tim ahli dokter RSUD Tongas anak sedang mengatasi kondisi paru-paru ketiga bayi kembar, karena ada gangguan pernafasan. Tim bekerja maksimal untuk meningkatkan kondisi bayi secara umum agar bisa stabil.

“Saat ini ketiga bayi berada di ruang NICU dengan bantuan oksigen dan dalam perawatan intensif tim ahli dokter anak RSUD Tongas. Ketiga bayi dilahirkan pada usia 31 minggu kandungan,” sebutnya.

Berdasarkan cerita dari keluarga, memang ada riwayat lahir kembar. Riwayat lahir kembar ini berasal dari sepupu ayah sang bayi.

Asjroel menambahkan, kejadian bayi lahir kembar tiga dan semua berjenis kelamin perempuan ini dikarenakan berasal dari satu plasenta dan masuk dalam kategori satu telur.

“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi bayi lahir kembar tiga ini. Terlebih untuk kasus ini, ruang NICU RSUD Tongas sudah sangat siap yang didukung dengan peralatan yang lengkap dan canggih,” terangnya.

Lebih lanjut Asjroel menambahkan untuk mendapatkan perawatan yang maksimal, paling tidak bayi lahir kembar tiga ini nantinya akan mendapatkan perawatan selama 1 bulan dan masuk inkubator.

”Semoga kondisi ketiga bayi kembar tiga ini bisa segera stabil, sehingga secepatnya bisa berkumpul bersama dengan orang tua dan keluarganya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com