Indikator
  • Undercontruction

Sambut HUT RI, Pegawai RSUD Waluyo Jati Kenakan Pakaian Adat Hingga Busana Perang

Home / Peristiwa - Daerah / Sambut HUT RI, Pegawai RSUD Waluyo Jati Kenakan Pakaian Adat Hingga Busana Perang
Sambut HUT RI, Pegawai RSUD Waluyo Jati Kenakan Pakaian Adat Hingga Busana Perang Pakaian unik mewarnai RSUD Waluyo Jati Karaksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, di HUT RI ke-73.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Seluruh karyawan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada momen HUT RI ke-73 ini diwarnai kostum unik. Dari pakaian adat hingga busana perang, disetiap ruangan palayanan, Kamis (9/8/2018).

Para karyawan diharuskan memakai pakaian unik ala pejuang saat era penjajahan, dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir setiap ruangan juga terpajang alat perang, seperti meriam, sepeda kuno, senjata dan perlengkapan perang lainnya. Keunikan dan keindahan akan dinilai pihak rumah sakit.

Seluruh ruang pelayanan tak luput dari hiasan yang bertuliskan Dirgahayu Kemerdekaan RI, dengan aksesoris unik warna-warni. Pakaian yang dikenakan para dokter dan perawatpun derta karyawan lainnya, mengenakan busana perang, seperti baju pejuang atau veteran dan baju doreng TNI. Pakaian adat Madura, Jawa Timuran, dan daerah lainnya.

Ada juga di ruangan seram medis, yang dibuat menyerupai makam pahlawan, serta berpakaian mirip pocong, yang mengkisahkan sebuah makam pahlawan dan gugurnya seorang pejuang yang mendahului kita. Pakaian itu, memantik seluruh para pengunjung dan keluarga pasien, karena belum pernah ada sebelumnya di RSUD tersebut.

“Kami menilai mana yang terbaik di setiap ruangan. Kami memang menghruskan berpakaian unik ala pejuang da pakaian adat, pada Dirgahayu RI ke-73 ini. selain itu, agar suasana di RSUD ini lebih hidup, memberi semangat juga kepada seluruh karyawan,” kata Endang Astuti, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Selain itu menurut Endang, pakaian adat dan busana perang ini, juga akan menghibur para pasien yang masih dirawat. Perawat harus mengenakan busana unik saat melakukan pelayanan, baik itu karyawan lainnya, termasuk dokter juga.

“Di setiap instalasi dan bidang menejemen diharuskan, untuk menumbuhkan semangat dan arti kemerdekaan RI. Semangat, kerapian, kostum, dan kebersihan itu yang utama kami nilai,” tambahnya.

Sementara Tiko Dwi Hengki, seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang mengenakan pakaian doreng TNI mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya tambah semangat memberi pelayanan. Selain itu menurutnya, pasien semakin terhibur dengan pakaian adat dan busana perang.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com