Indikator
  • Undercontruction

Kawasan Purut Probolinggo Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Tidak Mandi

Home / Ekonomi / Kawasan Purut Probolinggo Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Tidak Mandi
Kawasan Purut Probolinggo Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Tidak Mandi Warga Dusun Sulur, Desa Purut, Kecamatan Lumbang mengantre air bersih. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGOKrisis air melanda wilayah di Probolinggo, Jawa Timur. Salah satunya di Dusun Sulur, Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Delapan bulan terakhir, warga mengeluhkan susahnya mencari air bersih.

Warga berharap, ada bantuan dari pihak terkait, untuk mengatasi krisis air bersih itu.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, krisis air bersih di desa tersebut sudah berlangsung hampir setahun. Sebagai dampak dari kemarau panjang yang melanda. Untuk memenuhi kebutuhan sehari -hari, warga harus membeli air bersih. Warga juga bisa mengambil air dari sumber yang berjarak sekitar 2 hingga 3 kilometer dari tempat mereka.

“Biasanya kami beli patungan pakai mobil boks, seharga seratus ribu rupiah untuk seribu liter. Air tersebut hanya bertahan selama sekitar lima hari saja,” kata salah satu warga, Sinati, Jumat (14/9/2018).

Air tersebut, digunakan untuk keperluan sehari hari. Seperti mandi, minum, minum ternak, dan wudhu. Terkadang untuk menghemat air bersih, warga hanya mandi sehari sekali. Jika demikian, sebagai alternatif warga juga mandi di sungai setempat, yang airnya tidak terlalu bersih.

Warga berharap, ada kepedulian dari pemerintah maupun swasta untuk mengatasi krisis air bersih tersebut. Berupa bantuan saluran air bersih semacam PDAM. “Sebab kalau harus menggali sumur, tidak mungkin. Sumbernya sangat jauh di dalam tanah. Selain itu bebatuannya juga menyulitkan,” ujar warga setempat, Marli.

Sementara itu, perangkat desa setempat, Abdul Latief menyebut, sebetulnya untuk dusun Sulur sendiri sudah ada saluran pipa air bersih, sebesar satu dim. Namun saluran dari air itu, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari -hari.

“Kalau untuk minum saja cukup. Karena masing-masing warga dapat satu drim. Sedangkan untuk mandi dan minum ternak, warga mencari ke sungai atau beli,” katanya.

Menurut Latief, untuk Dusun Sulur, pihaknya sudah pernah mengajukan saluran air bersih demi mengatasi kekeringan dan menghindari krisis air. Namun hingga kini belum diketahui, apakah sudah diproses oleh pemerintah daerah atau belum. Sedangkan untuk dusun lainnya di Desa Purut, sudah terjangkau saluran pipa air bersih sehingga terhindar dari krisis air bersih. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com