Gubernur Khofifah Ingatkan Kepala Dinkes dan RS Rujukan Percepat Rapid Test

Home / Berita / Gubernur Khofifah Ingatkan Kepala Dinkes dan RS Rujukan Percepat Rapid Test
Gubernur Khofifah Ingatkan Kepala Dinkes dan RS Rujukan Percepat Rapid Test Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESPROBOLINGGO, SURABAYAGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan 75 rumah sakit yang masuk rujukan di Jatim segera memanfaatkan rapid test kepada 4 masyarakat prioritas. 

Diketahui Pemprov Jatim mendapatkan bantuan alat rapid test dengan total jumlah 18.400. Alat rapid test yang didistribusikan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 dan sebanyak 10.000 rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha. 

Gubernur Khofifah melalui Gugus Tugas Covid-19 telah mendistribusikan 16.600 rapid test untuk 75 rumah sakit rujukan di Jatim. Alat rapid test bagi rumah sakit sebanyak 9.580.

Sedangkan 7.020 untuk Dinkes kabupaten/kota di Jawa Timur. Sisanya sebanyak 1.800 digunakan untuk bufferstock. 

Namun hingga hari ini yang baru digunakan sebanyak 6.263. Artinya masih ada sekitar 10.337 alat rapid test belum digunakan. 

"Dari 16.600 rapid test mohon dipercepat proses penggunaannya sesuai yang ditentukan oleh tim kuratif. Sampai hari ini baru digunakan 6.263," ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (5/4/2020). 

Penggunaan alat deteksi cepat tersebut agar tim gugus tugas bisa segera melakukan percepatan tracing. Dari total penggunaan rapid test itu, hasilnya 145 terkonfirmasi positif dan dilanjutkan dengan hasil swab 4 orang positif Covid-19. 

Gubernur Khofifah ingin agar tim segera melakukan percepatan swab dan PCR. Jika di PCR dan hasilnya positif, maka biaya ditanggung pemerintah pusat. Namun jika negatif, biaya ditanggung Pemprov Jatim. 

"Sehingga mohon dilakukan tracing secara lebih detail," ujar Gubernur Khofifah. 

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut, pembagian alat rapid test ke rumah sakit rujukan ditentukan secara proporsional dengan melihat kebutuhan, jumlah  ruang isolasi dan juga pasien covid-19 yang dirawat. 

Baik yang positif Covid-19, maupun dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) ataupun orang dengan pemantauan (ODP).

Misalnya Kota Surabaya mendapatkan 32 box alat rapid test, kemudian untuk Kabupaten Tulungagung mendapatkan 38 box alat rapid test, serta Kota Malang mendapatkan kan 21 box alat rapid test. Dengan masing-masing box berisi 20 buah alat rapid test. 

Sebagaimana diketahui, rapid test ini merupakan alat deteksi antibodi untuk virus corona jenis SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit covid-19 dengan melalui pengambilan sampel darah. Dengan alat ini, apakah seseorang terjangkit virus corona ataukah tidak, bisa diketahui hanya dalam waktu 15 menit hingga 20 menit.

Lalu siapa yang akan mendapatkan prioritas untuk dites menggunakan rapid test ini? Secara khusus Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa siapa-siapa yang menjadi prioritas untuk dites cepat Corona ini ada empat golongan.

“Prioritas pertama, adalah yang mengalami kontak erat risiko tinggi. Mereka adalah yang memiliki kontak dengan kasus konfirmasi positif Covid-19. Termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan, dokter, perawat dan juga yang mengantar dan membersihkan ruangan di tempat orang positif Covid-19 dirawat,” kata Khofifah.

Selain itu, yang juga masuk dalam prioritas pertama juga mereka yang berada dalam satu ruangan yang sama dengan kasus positif mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul. 

Serta juga orang yang bepergian bersama dengan segala jenis alat angkutan atau kendaraan mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul. 

Kemudian prioritas kedua adalah mereka yang berstatus PDP, bila pemeriksaan PCR tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama. 

Lalu prioritas ketiga adalah ODP sedangkan jenjang prioritas keempat adalah mereka yang memiliki kontak erat risiko rendah. 

“Bagi rumah sakit yang sudah mendapatkan alat rapid test, maka saya minta untuk segera melakukan rapid test virus Corona ini. Akan tetapi penting diingat jangan sampai tesnya dilakukan secara massal dan malah membuat pusat keramaian baru. Tetap jaga jarak aman,” tegas Gubernur Khofifah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com