Bromo Segera Dibuka, Paguyuban Jeep di Probolinggo 'Manasi Mesin'

Home / Berita / Bromo Segera Dibuka, Paguyuban Jeep di Probolinggo 'Manasi Mesin'
Bromo Segera Dibuka, Paguyuban Jeep di Probolinggo 'Manasi Mesin' Deretan jeep wisata di rest area Sukapura. Serta penerapan protokol kesehatan pada wisatawan. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Jelang pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, digelar simulasi untuk menjelaskan tatacara wisata dengan protokol kesehatan ketat sesuai tatanan kehidupan baru.

Simulasi bertajuk 'Manasi Mesin' ini digelar paguyuban jeep Bromo Sukapura, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Probolinggo, serta pelaku usaha lain di Kawasan Tengger.

Nantinya setelah dibuka, pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi atau jasa travel, wajib berhenti di rest area Sukapura. Di lokasi ini, pengunjung menjalani tes suhu tubuh dengan thermogun, cuci tangan serta wajib menggunakan masker.

Jeep-Bromo-a.jpg

Dari rest area Sukapura, wisatawan diarahkan untuk menggunakan jeep sebagai kendaraan wisata selama di Bromo. Satu jeep yang biasanya memuat 4 hingga 6 penumpang, dengan kebijakan new normal ini, hanya diisi 3 orang saja. Antar penumpang, diberi sekat menggunakan plastik transparan.

Langkah itu ditempuh untuk menghindari sebaran virus corona. Seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha wisata, tidak ingin Bromo menjadi kluster baru sebaran virus corona.

"Dengan semua persiapan ini, kami berharap agar Kawasan wisata Bromo kembali dibuka. Dampaknya sangat parah pada kami semua (pelaku wisata). Tidak ada penghasilan sama sekali," kata Ketua Paguyuban Jeep Sukapura, Sutrisno, Selasa (30/6/2020).

Tak hanya protokol ketat pada pengunjung, sopir jeep pun menerapkan protokol Kesehatan ketat. Mulai dari penggunaan masker, menyediakan cairan cuci tangan atau hand sanitizer dan menggunakan face shield.

Jeep-Bromo-b.jpg

"Sudah sangat rindu sekali ya, dengan adanya penerapan new normal ini, kami harap wisata Bromo bisa dibuka seperti sedia kala. Kami rindu suasananya, laut pasirnya dan hamparan rumput di bukit teletubies. Kalau sekarang kan tidak bisa ke sana, masih ditutup," ujar salah satu pengunjung restoran, Vany Reza Violita.

Banyak wisatawan mulai menanyakan kapan kawasan wisata Gunung Bromo dibuka. Sementara yang terlanjur datang, hanya bisa menikmati panorama pegunungan Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo saja. Tepatnya di beberapa restoran yang mulai buka dengan menerapkan protokol kesehatan super ketat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com