Pemkot Probolinggo Gelar Rapid Test Gratis untuk Santri

Home / Berita / Pemkot Probolinggo Gelar Rapid Test Gratis untuk Santri
Pemkot Probolinggo Gelar Rapid Test Gratis untuk Santri Rapid test untuk santri di rumah dinas Wali Kota Probolinggo (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGOPemkot Probolinggo, Jatim, memfasilitasi tes cepat (rapid test) dan surat keterangan sehat bagi 200 lebih santri Pondok Pesantren Nurul Jadid asal kota setempat. Rapid test dilakukan di rumah dinas wali kota, Selasa (30/6/2020) malam.

Rapid test dan surat keterangan sehat diperlukan santri, sebagai salah satu syarat kembali ke pondok pesantren, saat pandemi Covid 19 belum berakhir.

"Alhamdulillah sekilas hasilnya non reaktif semua. Santri-santri juga dalam keadaan baik,” kata Kepala Puskesmas Jati, dr Endah Ayu Lestari, usai melayani santri.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, ia mendapat informasi dari Ketua DPRD Kota Probolinggo bahwa santri yang berdomisili di Kota Probolinggo akan kembali ke pondok. Mereka memerlukan rapid test.

"Saya berinisiatif untuk melakukan rapid test khusus bagi santri warga Kota Probolinggo yang akan kembali ke pondoknya,” katanya.

Karena jumlahnya banyak, rapid test di rumah dinas agar penanganan cepat. “Santri warga kota yang akan kembali ke pondok, akan kami fasilitasi supaya betul-betul bisa mendapatkan kepastian masalah kesehatan. Masuk ke pondok betul-betul sehat dan bebas dari Covid 19," ujarnya.

Kebijakan ini tidak hanya untuk santri yang berdomisili di Kota Probolinggo yang mondok di luar kota. Bagi santri yang bukan warga kota tetapi mondok di Kota Probolinggo pun akan difasilitasi melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Ketua Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Probolinggo Barat, Miftahol Munir mengatakan, ada 224 santri Ponpes Nurul Jadid yang berasal dari Kota Probolinggo.

Sesuai jadwal yang ditentukan pengurus pesantren, santri asal Kota dan Kabupaten Probolinggo akan kembali ke Pondok Pesantren pada 10 dan 11 Juli 2020. Tanggal yang sama juga berlaku bagi santri asal Banyuwangi.

"Jadwal kembali santri dilakukan bertahap. Sebelum kembali ke pesantren, santri diminta rapid test di daerah masing-masing. Kami mengucapkan terimakasih Pemkot Probolinggo telah memfasilitasi rapid ini," katanya di rumah dinas.

Hal yang sama disampaikan Khadijatul Hilmi, wali santri Pesantren Nurul Jadid. "Senang sekali saya. Luar biasa pak wali bisa memfasilitasi kami. Awalnya saya bingung di mana (mau rapid test), dan mahal lagi. Apalagi anak saya dua (yang jadi santri),” kata warga Kelurahan Jrebeng Kulon ini, sesaat setelah mengantar anaknya menjalani rapid test. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com