Desa Tertinggal di Kabupaten Probolinggo Hanya Satu

Home / Berita / Kabupaten Probolinggo Sisakan Satu Desa Tertinggal
Kabupaten Probolinggo Sisakan Satu Desa Tertinggal Dua warga melintas di depan kantor Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo, Jatim, menargetkan bebas dari desa tertinggal pada tahun 2020. Sebagaimana disampaikan Bupati Tantriana Sari tahun 2018 lalu. Saat itu, 89 dari total 325 desa se-Kabupaten Probolinggo berstatus desa tertinggal. Termasuk dua desa di ibu kota kabupaten, yakni Kraksaan.

Bagaimana kondisinya kini? Berdasarkan website https://idm.kemendesa.go.id/idm_data, Pemkab Probolinggo menyisakan satu desa tertinggal. Status tersebut didasarkan pada indeks desa membangun (IDM).

Yakni indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks. Meliputi indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.

Data itu dikonfirmasi Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Kabupaten Probolinggo, Mistria Harmonis. "Datanya sudah rilis," kata perempuan yang biasa disapa Rara ini kepada TIMES Indonesia, Senin (10/8/2020).

Berdasarkan data tersebut, satu-satunya desa tertinggal di Kabupaten Probolinggo adalah Desa Tambak Ukir di Kecamatan Kotaanyar.

Berdasarkan Publikasi Kecamatan Kotaanyar Dalam Angka 2019 oleh BPS Kabupaten Probolinggo, Desa Tambak Ukir dihuni 1.593 penduduk. Tak ada lembaga TK/RA di desa ini. Fasilitas kesehatan juga tidak tersedia.

Lantas bagaimana dengan status 324 desa lainnya? Statusnya terbelah menjadi tiga: desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri.

Desa berkembang tercatat sebanyak 197 desa. Desa maju tercatat sebanyak 120 desa. Sedangkan desa mandiri hanya tujuh desa.

Tujuh desa mandiri itu yakni Desa/Kecamatan Sukapura; Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura; Desa Sebaung dan Desa Klaseman, Kecamatan Gending; Desa/Kecamatan Kotaanyar; Desa Krejengan dan Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan.

Dibanding tahun 2019, status IDM di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan. Pada 2019, masih ada 9 desa yang bertatus desa tertinggal. Desa berkembang sebanyak 228 desa, desa maju sebanyak 84, dan desa mandiri sebabyak 4 desa saja. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com