Soal Bendera, Musni Umar Sarankan PKB Tarik dan Minta Maaf

Home / Berita / Soal Bendera, Musni Umar Sarankan PKB Tarik dan Minta Maaf
Soal Bendera, Musni Umar Sarankan PKB Tarik dan Minta Maaf Diskusi Publik 'Polemik Merah Putih - Logo PKB, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018). Foto: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTA – Guru besar Sosiologi, Prof Musni Umar menyarankan agar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menarik semua bendera dengan logo PKB yang berlatar merah putih. Tak hanya itu, ia juga meminta PKB meminta maaf karena diduga telah melakukan penodaan terhadap lambang negara.

"Menurut saya ini persoalan besar, saya sarankan agar ditarik dan PKB minta maaf, jangan dibiarkan penggunaan latar bendera nasional kita," ujarnya dalam Diskusi Publik 'Polemik Merah Putih - Logo PKB, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018).

Musni bahkan memberikan nasehat kepada partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu, agar lebih mengedepankan gagasan dan sikap politis untuk kemaslahatan rakyat dibandingkan membuat gimmic yang justru hanya menimbulkan kontroversial semata.

"Kalau mau dipilih rakyat, pro pada rakyat jelata," tukasnya.

Ia pun membandingkan kasus ini dengan kasus serupa, dimana ada seseorang mengibarkan bendera merah putih dengan gambar pedang lengkap bertuliskan kalimat Tauhid dalam kegiatan Aksi Bela Islam beberapa waktu yang lalu. Kasus pengibaran bendera itu menjadi heboh dan pelakunya sampai diproses hukum.

Sayangnya kata dia, hal serupa tidak diterapkan kepada PKB. "Justru ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia," ucapnya.

BACA JUGA: Musni Umar Nilai Bendera PKB Memancing Kegaduhan Baru

"Ada latar belakang merah putih ditulis kalimat Tauhid, terus kenapa PKB boleh sementara kalimat tauhid tidak boleh. Disatu sisi ada tujuan politik sementara sisi lain untuk perjuangan dakwah," sambung Musni. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com