Kapolri Yakin Kelompok Bersenjata di Papua Bisa Dikendalikan

Home / Berita / Kapolri Yakin Kelompok Bersenjata di Papua Bisa Dikendalikan
Kapolri Yakin Kelompok Bersenjata di Papua Bisa Dikendalikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: setkab)

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTAKapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan keyakinannya jika kelompok kriminal bersenjata yang meneror Papua bisa segera dikendalikan.

Tito mengatakan jika saat ini pemerintah mengirimkan tim gabungan Polri dan TNI yang dipimpin langsung Kapolda dan Pangdam. Ia menilai, kekuatan mereka tidak banyak sebetulnya, lebih kurang 30 sampai 50 orang dengan 20 pucuk senjata.

"Sangat yakin kita sebentar lagi akan bisa kita kendalikan. Persoalannya adalah medan yang berat, hutan dan lain-lain yang luas. Sehingga mereka mungkin akan lari dari satu tempat ke tempat lainnya," tegasnya.

Menurut Tito, kelompok yang melakukan aksi pembunuhan terhadap pekerja proyek jembatan jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga memiliki misi menunjukkan eksistensinya. Apalagi 1 Desember adalah hari penting bagi pandangan politis mereka di mana Belanda diklaim memberikan kemerdekaan pada kelompok tersebut.

"Sehingga 1 Desember ini biasanya mereka untuk menunjukkan eksistensi ada saja, mulai dari pengibaran bendera sampai kepada penyerangan oleh kelompok bersenjata. Itu 1 Desember semuanya, kan," sambungnya.

Ia menyebutkan jika kelompok Edianus Kogoya ini pada saat Pilkada juga menekan, meminta dan memeras pemerintah daerah, pendatang dan masyarakat lainnya. "Tapi kelompok ini Edianus Kogoya ini kemudian bergeser berpindah di sekitaran Nduga," sambung Kapolri.

Kapolri menambahkan jika kelompok ini seringkali tidak sabar menunjukkan eksistensi, terlebih mereka bersenjata sehingga menikmati status sosial mereka yang ditakuti. Jika biasanya kelompok ini menyerang aparat, namun jika sulit mencari sasaran lemah aparat, sasaran lemahnya beralih pada pendatang.

Terkait kelanjutan pembangunan, Kapolri Tito Karnavian menyatakan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR untuk meningkatkan pengamanan, sehingga pembangunan bisa terus berjalan sesuai perintah Presiden Jokowi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com