Mengingat Kembali Strategi Prabowo dalam Tangani Korupsi di Debat Pilpres 2014

Home / Berita / Mengingat Kembali Strategi Prabowo dalam Tangani Korupsi di Debat Pilpres 2014
Mengingat Kembali Strategi Prabowo dalam Tangani Korupsi di Debat Pilpres 2014 Calon Presiden Pilpres 2019, Prabowo Subianto. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Pilpres 2019

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTA – Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto kembali akan beradu gagasan dengan capres Joko Widodo (Jokowi) di debat pilpres 17 Januari mendatang. Sebelumnya, keduanya juga telah dipertemukan dalam debat pilpres 2014 dan menyampaikan strategi-strategi penyelesaian masalah bangsa salah satunya korupsi.

Jelang debat perdana yang akan dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan itu, ada baiknya kita telisik kembali strategi penyelesaian masalah korupsi yang diusung oleh capres Prabowo dalam debat pilpres 2014 silam.

Saat itu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mengatakan salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah tingginya tingkat kejahatan korupsi.

"Memang yang kita rasakan inilah kelemahan bangsa kita sekarang, korupsi, kinerja pemerintah yang kurang maksimal dan keadilan yang kuat pada yang kaya, ini kita rasakan," ungkap Prabowo dalam debat kandidat capres-cawapres 2014, 9 Juni 2014.

Menurutnya, penyebab terjadinya korupsi adalah kurangnya jaminan kualitas hidup karena tidak adanya sumber daya yang cukup. Terutama bagi aparatur negara yang bekerja menentukan jalannya pemerintahan.

"Korupsi terjadi di Indonesia karena pejabat di Indonesia takut pensiun. Gaji Bupati umpanyanya gaji Rp6 juta sampai Rp7 juta, padahal dia kampanye, dia ikut pilkada langsung, habis Rp15 miliar, demikian di mana-mana, akibatnya dia akan ambil dari APBD," jelasnya.

Begitu juga dengan pejabat lainnya, semisal Menteri, pemimpin-pemimpin politik dan juga elite bangsa. Mereka lanjut Prabowo, mengemban tanggungjawab yang sangat besar namun takut akan jaminan kualitas hidup.

Tak hanya itu, sistem demokrasi Indonesia yang dinilai liberal dengan mewajibkan setiap pemimpin politik harus cari uang sendiri untuk melaksanakan kampanye politik juga turut menjadi penyebab terjadinya korupsi.

"Dengan demikian dia akan mengandalkan kader-kader dia di DPR dan departemen-departemen. Inilah sumber dari masalah bangsa, juga bahwa elite bangsa Indonesia beberapa puluh tahun ini agak lengah membiarkan sumber daya ekonomi kita terlalu banyak mengalir keluar bangsa kita," imbuhnya.

Oleh karenanya, Prabowo meyakini dengan menjamin kualitas hidup para pejabat negara, pegawai negeri, hakim, jaksa, para penegak hukum dan pejabat lainnya akan mampu mengurangi korupsi di tanah air.

"Ini strategi kami," kata Prabowo.

Dalam upaya memberantas korupsi, pertama, Prabowo akan menutupi kebocoran-kebocoran sumber daya. "Kita kalau berbicara ingin perbaiki ini itu ujung-ujungnya adalah urusan uang, duit, karena itulah penegak hukum harus ditingkatkan kemampuan manajerial, teknis, pendidikan, ini semua butuh investasi dana yang besar," paparnya.

Kemudian strategi selanjutnya, dengan merekrut orang-orang terbaik dan menggunakan sistem terbuka serta transparansi penggunaan teknologi informatika yang terbaru.

"E-government. Sebanyak mungkin kita gunakan teknologi modern, kita bisa kurangi kebocoran-kebocoran itu sehingga kita punya dana, kita perbaiki kualitas hidup, baru kita hasilkan suatu pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, berkinerja tinggi, melindungi rakyat dan hak-haknya," kata Prabowo.

Untuk strategi rekrutmen tersebut, Prabowo Subianto mengaku sependapat dengan kandidat capres Jokowi yang mana telah lebih dulu memaparkan programnya memberantas korupsi dalam debat pilpres 2014 tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com