Tak Juga Jera, Pengamat Ini Sarankan Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi

Home / Berita / Tak Juga Jera, Pengamat Ini Sarankan Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi
Tak Juga Jera, Pengamat Ini Sarankan Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi ILUSTRASI: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (FOTO: TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTAKorupsi masih menjadi momok dan permasalahan besar bagi negara Indonesia. Hukuman yang diberikan bagi para koruptor seolah tak pernah memberi efek jera sehingga tingkat kejahatan korupsi selalu saja meningkat.

Menyikapi fenomena ini, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa. Sehingga para koruptor sudah seharusnya diberikan hukuman yang luar biasa pula.

"Karena Indonesia ini tidak ada efek jera, tidak ada hukuman yang tinggi dan maksimal," kata Ujang saat dihubungi TIMES Indonesia, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, hukuman yang diberikan selama ini terbilang rendah. Koruptor hanya dihukum dua atau tiga tahun kurungan penjara. Meskipun lanjut dia, ada juga yang di atas lima tahun. "Sebenarnya (hukuman) ini yang tidak memberikan efek jera," tukasnya.

"Hukuman matipun belum pernah, seumur hidup (yang) ada," ulasnya.

Penegakan hukum seharusnya mampu memberikan efek jera selain dari menegakkan keadilan. Ujang bahkan mencontohkan penegakan hukum di negara Cina. Para koruptor di Cina ujarnya, diberikan hukuman mati sekalipun negara tersebut dikenal dengan negara yang sosialis.

"Ketika korupsi di sana mereka ditembak mati, nah Indonesia kan tidak. Ini persoalan, orang tidak jera, tidak takut," imbuhnya.

Ujang menyebut, tidak ada yang berubah dari perilaku para pejabat negara. Pasalnya, pasca orde baru tumbang, permasalahan negara tetap sama, yaitu korupsi.

"Makanya hukum yang maksimal, bila perlu hukum mati bila sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga mereka tidak mengulang lagi, karena ini kejahatan luar biasa," pungkas Ujang.

Isu korupsi diketahui juga menjadi pembahasan dalam debat pilpres 2019. Dalam debat yang digelar 17 Januari itu, pasangan capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo akan beradu gagasan dan program terkait dengan upaya pemberantasan korupsi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com