Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan SAKIP

Home / Berita / Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan SAKIP
Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan SAKIP Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat menerima penghargaan SAKIP dari Kemenpan RB. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PASURUAN – Bupati Pasuruan H.M Irsyad Yusuf kembali menerima penghargaan terkait pemerintahan yang di pimpinnya. Penghargaan kali ini di berikan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia, terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Pasuruan. Untuk kali ini, Pemkab Pasuruan memperoleh predikat BB untuk pencapaian di tahun 2018.

Tidak hanya Kabupaten Pasuruan yang menerima penghargaan, ada beberapa daerah lain yang juga menerima penghargaan tersebut. Penghargaan itu di terima oleh Bupati Pasuruan H.M Irsyad Yusuf, dalam acara SAKIP Award 2018 yang diserahkan secara langsung oleh MENPAN-RB Komjen Pol Syafruddin, yang dilaksanakan di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, Rabu (06/02/2019) lalu.

Dalam wawancaranya, H.M Irsyad Yusuf yang akrab di sapa Gus Irsyad itu, menjelaskan bahwasanya perolehan penghargaan SAKIP tersebut bukan semata-mata karena kebijakan yang dikeluarkan olehnya. Akan tetapi dari kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang turut andil dalam pencapaian tersebut. Khususnya dalam pengembangan perencanaan berbasis kinerja yang terpadu, baik mulai dari level Kabupaten hingga OPD itu sendiri.

Irsyad yusuf juga menambahkan, bahwa perlu di ketahui Pemkab Pasuruan berhasil meningkatkan poin dan persentase nilai SAKIP dalam tiga tahun terakhir yakni tahun 2016 lalu mendapat nilai 65,65 dan tahun 2017 naik 7 poin atau 10,66% menjadi 72,65. Sedangkan untuk tahun 2018 naik 0,5% menjadi 72,70. Hasil evaluasi dari pencapaian nilai tersebut, menunjukkan bahwa Pemkab Pasuruan mampu menunjukkan tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kinerjanya.

"Kita berupaya terus untuk mengoptimalkan penerapan konsep perencanaan berbasis Holistik, Integratif, Tematik dan Spesial (HITS), sehingga dipastikan perencanaan program dan kegiatan akan tepat sasaran dan tepat hasil. Memang masih ada kekurangan terutama pada fungsi monitoring dan evaluasi (monev)yang tujuannya adalah untuk memastikan efektifitas pelaksanaan program dan kegiatan sebagai salah satu cara mencapai sasaran pembangunan," terang Irsyad Yusuf.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com