KM Argo Mulya Putri 2 Dituduh Illegal Fishing

Home / Berita / KM Argo Mulya Putri 2 Dituduh Illegal Fishing
KM Argo Mulya Putri 2 Dituduh Illegal Fishing Ilustrasi - Illegal Fishing (Foto: WWF)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Polemik keberatan dalam sidang duplik, kasus kapal KM Argo Mulya Putri 2 di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, bermula dari penangkapan kapal bertonase 141 GT tersebut. Di perairan Masalembo, yang secara administratif masuk dalam wilayah kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Probolinggo.

Sebagai informasi, kasus tersebut bermula dari penangkapan KM Argo Mulya Putri 2, oleh kapal pengawas Orca 3, di perairan Masalembo.

Kapal berangkat dari Tegal, Jawa Tengah pada September 2018, untuk menangkap ikan. Pada 27 Oktober 2018, kapal tertangkap kapal pengawas Orca 3. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengawas menemukan Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) yang masa berlakunya berakhir pada 18 Januari 2018.

Karena perairan masalembo masih masuk dalam wilayah Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Probolinggo, maka kapal, nahkoda beserta isinya dibawa ke pelabuhan Tanjung Tembaga untuk ditindaklanjuti.

Atas kejadian itu, nahkoda kapal, Nasrudin, ditahan. Hasil tangkapan ikan yang dilelang senilai Rp 496.291.087, KM Argo Mulyo Putri 2 tonase 141GT dan alat tangkap purse seine juga diamankan sebagai barang bukti.

Nahkoda dan kapal KM Argo Mulyo Putri 2, disangka melanggar Pasal 93 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No.45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Atau dengan kata lain, dituduh ilegal fishing.

“Padahal, SIPI kami itu masih proses perpanjangan di Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kenapa malah dibilang tidak ada. Sementara dalam pasal (pasal 93 ayat 1) tersebut, berlaku untuk kapal yang dari awal tidak ada SIPI -nya. Harusnya bisa membedakan dong, mana yang sudah mengurus ijin dan tidak punya ijin sama sekali,” kata penasehat hukum terdakwa, Binton Sianturi, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, kapal tersebut berlayar dengan persetujuan dari syahbandar setempat (Tegal, Jawa Tengah). Berupa dokumen kapal KM Argo Mulyo Putri 2, atas nama Roningsih. Diantaranya berupa sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan, pengawasan pengisian bahan bakar, surat keterangan radio telekomunikasi dan surat keterangan kecakapan (60 mil) atas nama Arofik.

Hingga saat ini, proses hukum kasus kapal KM Argo Mulyo Putri 2 tersebut masih terus berlangsung. Rencananya, Jumat (15/2/2019), akan digelar sidang putusan, di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo. Dimana sebelumnya, pada sidang pembacaan duplik, dipimpin oleh Hakim Ketua Sylvia Yudhiastika, dengan JPU Elan Jaelani. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com