Fakerunners Bali Ramaikan Run to Care Bali 150 KM 2019

Home / Berita / Fakerunners Bali Ramaikan Run to Care Bali 150 KM 2019
Fakerunners Bali Ramaikan Run to Care Bali 150 KM 2019 (Kiri-kanan) Trisna Yanti, Gusti Winarta dan Teguh Susanto saat berkunjung ke Kantor Times Indonesia biro Bali (FOTO: kadek adi /TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, DENPASAR – Olahraga lari merupakan olahraga yang banyak digandrungi belakangan ini. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya kegiatan atau lomba lari, baik lari yang menawarkan hadiah besar, rute yang unik, maupun tingkat kesulitan medannya. Seperti kegiatan yang akan terlaksana di Bali yaitu Run to Care Bali 150 km 2019.

Pada tahun 2019 ini, gelaran Run To Care akan diselenggarakan di Bali. “Run To Care” merupakan salah satu gerakan sosial yang diinisiasi oleh SOS Children’s Villages Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam membantu memenuhi hak-hak anak melalui olahraga lari.

Dalam gelaran ini empat anggota Fakerunners Bali ikut ambil bagian. Mereka akan berlari secara estafet sejauh total 157 KM dengan starting point di lapangan Lumintang Denpasar, menuju Baturiti, Singaraja, Pupuan lalu finish di SOS Children’s Villages Bali di daerah kerambitan Tabanan.

Kantor-Times-Indonesia-biro-Bali.jpg

Keempat anggota Fakerunners tersebut yang lari pertama kali, start dari kota Denpasar ialah Yoga Darmika (31). Yoga akan berlari sejauh 40 KM, pria yang sudah setahun belakangan ini ikut beberapa kejuaraan lari seperti Bhayangkara run,  MBM,  Badung night Run,  Plataran X trail. Dan telah tergabung di anggota Fakerunners Bali selama 4 bulan.

Pelari kedua dari Fakerunners Bali yaitu Kadek Swastika (34). Bli Kadek (sapaan akrabnya) akan berlari sejauh 38 kilometer dimulai dari Baturiti sampai ke Singaraja. Kadek akan menyusuri medan yang cukup sulit dan cuaca dingin. Kadek sudah bergabung di Fakerunners Bali sejak 3 tahun belakangan, dan telah mengikuti beberapa event lari seperti MBM, JogMar, Badung Night Run Mandiri, BCA Run.

Selanjutnya ialah pelari ketiga dari Fakerunners Bali atas nama Gusti Winarta (29). Pelari energik ini akan berlari menempuh jarak 43 kilometer dari Singaraja menuju desa Pupuan. Rute ini juga tak kalah extreme karena harus menyusuri teriknya kota singaraja dan medan menanjak menuju desa pupuan. Gusti telah mengikuti berbagai event lari bergengsi seperti Bali marathon, Borobudur marathon, Plataran trails 2018 dan event lari luar negeri yaitu Paris 2018.

Gusti mengatakan,persiapan yang telah ia lakukan adalah latihan rutin setiap selasa, Jumat dan Minggu.

Setiap selasa Gusti melakukan latihan short run 5 kilometer sampai dengan 10 kilometer, pada Jumat Latihan ketahanan, warming up stretching dan Latihan otot dan setiap Minggu melakukan latihan long run 10 kilometer, 15 kilometer sampai dengan 20 kilometer.

Peta-Bali.jpg

"Target saya dalam mengikuti acara ini yang pasti finish tanpa cedera dan merasa senang dapat membantu adik adik yang membutuhkan," kata Gusti pada Rabu, (19/06/2019).

Dan yang terakhir pelari keempat dari Fakerunners Bali yang akan menempuh jarak 38 kilometer ialah atas nama Trisna Yanti. Wanita kelahiran 38 tahun silam ini telah bergabung selama 2 tahun di komunitas lari Fakerunners Bali. Trisna akan menyusuri rute desa Pupuan sampai akhirnya Finish di SOS Children’s Villages Bali di daerah Kerambitan Tabanan.

Fakerunners sendiri mempunyai motto #dogoodtoothers di mana Fakerunners Region Bali ingin dengan berolahraga dapat bermanfaat bagi sesama. Untuk memberikan support kepada anggota yang mengikuti event Run to Care Bali 150 km 2019, Fakerunners Bali membentuk team support yang dikoordinir oleh Jaya dan Enji. Dimana tugas team support adalah mendukung penuh keempat pelari selama event ini berlangsung, salah satunya adalah menyediakan water station (WS).

Melalui Run to Care Bali 150 km 2019, Teguh Susanto yang merupakan ketua dari Fakerunners Region Bali, ikut bangga dengan niat baik keempat anggota nya (Yoga, Kadek, Gusti dan Trisna) yang ikut andil dalam charity event tersebut, karena setiap langkah mereka yang ditempuh didedikasikan untuk kehidupan dan pendidikan ribuan anak Indonesia.

"Kalau bukan kita siapa lagi, sebagai bekal untuk perjalanan hidup mereka di masa depan dan untuk merangkai mimpi anak anak bangsa," kata teguh.

"Siapapun bisa mendukung mereka berlari dengan cara berdonasi di link: https://m.kitabisa.com/fakerunners ," ajaknya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com