Empat Hari Hiu Tutul Masih Bertahan di Kanal Intake PLTU Paiton

Home / Berita / Empat Hari Hiu Tutul Masih Bertahan di Kanal Intake PLTU Paiton
Empat Hari Hiu Tutul Masih Bertahan di Kanal Intake PLTU Paiton Hiu tutul yang masih bertahan di kanal intake PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Sejak hari Kamis (12/9/2019) kemarin, hiu tutul pemakan plankton (Rhincodon typus) yang terjebak di kanal intake PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo, hingga kini Senin (16/9/2019) masih bertahan hidup di kanal tersebut.

Hingga berita ini ditulis, hiu tersebut masih belum ada penanganan untuk evakuasi dari kanal. Belum dipastikan akan bertahan sampai berapa lama mamalia dilindungi itu hidup di kanal jika belum dievakuasi.

Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLTU Paiton. Ia bersama tim akan membahas soal keberadaan hiu paus itu untuk diselamatkan.

Karena kata Dedy, tidak mudah untuk melakukan penyelamatan terhadap mamalia yang juga disebut whale shark dilakukan evakuasi karena hewan dilindungi itu hewan raksasa.

“Jadi kita harus ekstra hati-hati dalam melakukan penyelamatan itu,” ucap Dedy.

Ditanya apakah penananganan ini terbilang lamban, pihaknya menyebut harus menggunakan tenaga ahli dari PLTU. Karena di sana merupakan kawasan obyek vital, yang tak boleh ada sembarangan orang masuk.

“Whale shark harus ditangani ahlinya. Jika pihak PLTU menangani sendiri itu tidak mungkin, karena mereka tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengevakuasinya. Jadi harus ditangani ahlinya, karena ini mamalia raksasa yang masuk, sedangkan di situ kanal obyek vital nasional dan pembangkit listrik,” tambah Dedy.

Sementara itu, Humas PJB PLTU Paiton, Sukirman membenarkan jika hiu paus itu  masuk ke kanal. Tapi hanya sesaaat, setelah itu tidak terdeteksi lagi.

“Kemungkinan sudah keluar dari kanal. Dan kami PLTU Paiton sudah koordinasi juga dengan BPSPL untuk penanganan  nanti jika terdeteksi lagi,” aku Sukirman, saat dihubungi via selulernya Jumat (13/9/2019) lalu.

Sementara itu, salah satu Pemerhati Lingkungan, Mohammad Khairi menyesalkan itu terjadi. Pasalnya, hiu paus sebesar itu bisa masuk ke wilayah PLTU Paiton, bahkan ini sudah kesekian kalinya.

“Pihak PLTU kurang memperhatikan pengamanan. Seharusnya hiu tutul itu tidak bisa masuk ke kanal, ini kok malah berulang kali masuk ke sana. Berarti pengaman atau jaring menuju ke kanal itu tidak aman, kontruksinya kurang memadai. Dan itu menjadi tanggung jawab bersama stakeholder di PLTU Paiton, Probolinggo,” terang Khairi kepada wartawan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com