Spesifikasi Harley Davidson Selundupan di Garuda Indonesia

Home / Gaya Hidup / Spesifikasi Harley Davidson Selundupan di Garuda Indonesia
Spesifikasi Harley Davidson Selundupan di Garuda Indonesia Harley-Davidson selundupan Dirut Garuda Indonesia merupakan barang langka. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTAMotor Harley Davidson menjadi motor yang sering diperbincangkan dalam tiga hari terakhir. Ini karena kejadian disitanya motor tersebut oleh pihak bea cukai karena dianggap barang selundupan.

Lantas bagaimana sebenarnya wujud Harley Davidson yang sudah "dipreteli" tersebut? Dilansir dari gridoto, motor tersebut mirip dengan Electra Glide yang diproduksi tahun 1970-an.

Tipe ini mempunyai mesin yang dinamakan Shovelhead. Jenis mesin ini diproduksi antara 1966-1984 dan merupakan mesin generasi penerus panhead.   

Electra Glide saat itu ditawarkan dalam dua jenis yang berkekuatan 1300 cc dan 1210 cc. Jenis motor ini banyak dipakai oleh polisi jalan raya di Amerika. 

Sementara di Indonesia, varian ini termasuk kategori buruan kolektor apalagi kondisinya yang masih standar dan belum dimodifikasi. Harganya bisa mencapai 450-550 juta jika sudah memiliki surat resmi di Indonesia.  


Pecat Dirut Garuda Indonesia

Dikarenakan kejadian penyelundupan tersebut, Menteri BUMN, Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Ari Askhara dinilai melakukan pelanggaran berat dengan memasukkan sejumlah barang secara ilegal ke Indonesia. Seperti diketahui, motor klasik tahun 1970-an merek Harley Davidson diselundupkan secara ilegal ke Indonesia.  

Erick mengaku sedih dengan praktik tersebut apalagi terjadi di BUMN Garuda Indonesia. 

"Yang menyedihkan ini proses secara menyeluruh di dalam BUMN. Bukan hanya individu. Ini menyeluruh. Pasti Ibu (Menkeu) sangat sedih, ketika kita ingin angkat citra BUMN, bangun BUMN, tapi kalau oknum di dalam tidak siap, ini yang terjadi," ujar Erick Thohir.

Namun, Erick mengaku proses pemberhentian Dirut Garuda Indonesia tersebut tidak bisa langsung dilakukan saat ini karena Garuda Indonesia adalah perusahaan terbuka. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com