Fokus Jember

Bisnis Kafe di Jember: Makin Menjamur, Makin Menggiurkan

Home / Gaya Hidup / Bisnis Kafe di Jember: Makin Menjamur, Makin Menggiurkan
Bisnis Kafe di Jember: Makin Menjamur, Makin Menggiurkan Kafe Fat Louie, Kota Malang (Ilustrasi: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, JEMBER – Nongkrong di kafe mungkin sudah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) sebagian masyarakat di Jember, Jawa Timur. Khususnya bagi generasi muda, baik dari kalangan pelajar dan mahasiswa, mengunjungi kafe hampir menjadi kebiasaan yang entah kapan bermulanya.

Namun, dalam beberapa tahun belakangan bisnis kafe di Jember memang sedang tumbuh subur. Tengok saja kawasan kampus Universitas Jember (Unej) atau di kampus Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Di kawasan dua kampus besar di Jember ini, kafe-kafe berdiri berderet di pinggir jalan-jalan strategis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Kebanyakan kafe memang menyajikan kopi sebagai sajian utama. Namun ada pula kafe yang menyajikan hidangan berat seperti nasi goreng, lalapan ayam goreng, dan sebagainya. Tidak hanya itu, banyak kafe yang ada didesain semenarik mungkin. Interior di dalamnya eye catching. Memanjakan mata pengunjungnya. Inilah yang membedakan kafe dengan warung kopi.

Sampai di situ? Belum. Untuk membuat pengunjungnya betah berlama-lama, banyak pemilik kafe menyediakan WiFi gratis dengan password yang kudu ditanya dulu kepada pelayan. Jangan lupakan juga sejumlah kafe di seputaran kampus Unej yang menyediakan live music yang diisi oleh penyanyi atau band lokal berhonor tinggi yang mampu menciptakan suasana cangkrukan sembari ngopi menjadi terasa elegan.

Salah satu owner kedai kopi di Jember, Muslim yang ditemui TIMES Indonesia beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa peluang bisnis kedai kopi atau kafe di Jember memang cukup menjanjikan. Kafe milik Muslim adalah Kancakona Kopi. Muslim menjelaskan, nama Kancakona diambil dari bahasa Madura yang berarti kawan lama.

Kancakona Kopi terletak di Jalan Basuki Rahmat. Meski lokasinya jauh dari kawasan kampus, omzet yang diterimanya cukup lumayan. Bisa Rp 4 juta/hari.

“Tapi ya tidak tentu, kadang pas sepi ya sepi,” kata Muslim dengan santai.

Muslim setuju bahwa mempercantik desain interior kafe jadi strategi yang ampuh untuk menarik pengunjung.

Seperti misalnya dengan memajang puisi dari penyair M. Faizi. Puisi karya M. Faizi yang juga dikenal ulama itu ditempatkan di bawah deretan beberapa bungkus kopi yang ada di dalam toples. Kemudian pada bagian dindingnya dihiasi kaligrafi dan sapuan kanvas dengan tulisan kata-kata mutiara seputar kopi. Tampak juga beberapa buku yang ditata rapi di sebuah rak samping kasir.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com