Waspada Ikan Berformalin, Ini Langkah Pemkot Probolinggo

Home / Berita / Waspada Ikan Berformalin, Ini Langkah Pemkot Probolinggo
Waspada Ikan Berformalin, Ini Langkah Pemkot Probolinggo Sekda Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo, saat sidak ke Pasar Ikan Mayangan (FOTO: Humas Protokol)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo, Jatim, menggencarkan sidak ke pasar tradisional untuk memastikan tak ada ikan yang mengandung formalin dijual bebas.

Rabu (20/12/2017) pagi misalnya, sidak dilakukan di tiga pasar sekaligus.

Yaitu Pasar Ketapang, Pasar Baru dan Pasar Ikan Mayangan, kota setempat. Sidak dipimpin Sekda Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo, diikuti dinas terkait. Meliputi Dinas Perikanan; Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP); Dinas Kesehatan; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; serta Satpol PP.

Dari sidak ini, tim menemukan sejumlah pedagang yang menjual teri nasi dan terasi yang mengandung formalin. Bahan yang biasa dipakai sebagai pengawet mayat ini, bisa menimbulkan penyakit kanker bila dikonsumsi.

Atas termuan tersebut, sekda langsung memerintahkan Dinas Perikanan dan DKUPP, untuk melakukan pembinaan kepada para pedagang tersebut.

"Ini terkait perilaku pedagangnya. Dinas terkait akan mendatangi mereka, menginformasikan jika yang mereka jual mengandung formalin. Kami berharap ada pengawasan ke depannya agar tidak meresahkan masyarakat," katanya. 

Selain itu, mantan Direktur RSUD dr Moh Saleh, kota setempat ini juga meminta pembeli harus lebih berhati-hati. “Saya mengimbau masyarakat untuk memilih ikan yang segar, tidak kaku atau istilahnya baru menangkap," tutur sekda.

Terkait dengan temuan ini, Kepala Dinas Perikanan, Budi Krisyanto, menyatakan siap melakukan pembinaan kepada pedagang ikan yang mengandung formalin itu. 

Secara program kerja, Dinas Perikanan mempunyai kegiatan sidak ikan berformalin pada akhir tahun karena asumsinya akan banyak masyarakat yang mengonsumsi ikan. 

"Kami ingin memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ikan di pasar ini aman untuk dikonsumsi. Sehingga, ketika masyarakat ke pasar ada rasa aman mau membeli ikan atau olahannya. Kami mengindikasi ada teri nasi dan teri kering yang mengandung formalin di pasar Ketapang," jelas Budi.

Dinas Perikanan pun telah menyiapkan langkah sosialisasi untuk memberikan pemahaman pada pedagang agar hati-hati mengambil dagangan dari pihak lain. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com