Permintaan Sembako di Gresik Naik, Harga Melangit

Home / Ekonomi / Permintaan Sembako di Gresik Naik, Harga Melangit
Permintaan Sembako di Gresik Naik, Harga Melangit Salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Baru Gresik, Jawa Timur. (FOTO: Akmal/TIMESIndonesia)

TIMESPROBOLINGGO, GRESIK – Jelang perayaan Natal dan Tahun baru 2018, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik. Meski demikian, kenaikan masih dianggap wajar, sebab bahan komoditas lain ada yang masih stabil bahkan turun. 

Kepada TIMES Indonesia, salah satu pedagang di Pasar Kota Gresik, Abdul Muin (43) mengatakan, beberapa komoditas harga mulai ada kenaikan sejak beberapa hari. 

Harga telur sampai kisaran Rp 25 ribu perkilonya.Padahal harga normal telur hanya Rp 19 ribu. Harga cabe rawet yaitu sebesar Rp 28 ribu dan beras premium Rp 11.500 per kilogramnya. 

Namun, untuk harga yang masih stabil, justru pada daging sapi. Perkilonya, untuk harga daging biasa sebesar Rp 90 ribu dan daging sapi bagus sebesar Rp 100 ribu. 

Sedang harga lainnya yang masih stabil, minyak goreng Rp 13 ribu, gula pasir Rp 11 ribu. “Iya saya lihat daging masih stabil, tidak tahu besok ketika mau natalan dan tahun baru,” katanya, Rabu (20/12/2017).

Senada dengan hal itu, Romlah (47) salah satu pedagang di pasar Ujungpangkah, Gresik juga mengeluhkan hal yang sama. Beberapa komuditas bahan pokok juga ikut naik seperti daging ayam, cabe rawit, telur dan beras. 

"Sudah beberapa hari ini naik. Hal itu biasa karena mau tahun baru," tambah dia. 

Dari pantauan, harga yang merangkak naik adalah, daging ayam, cabe rawet, telur, dan beras premium. Diprediksi harga tersebut akan terus naik hingga setelah tahun baru. Sedangkan harga yang masih stabil ialah, daging sapi, minyak goreng dan gula pasir. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com