Kecanduan Main Game Dianggap Sebagai Gangguan Jiwa

Home / Gaya Hidup / Kecanduan Main Game Dianggap Sebagai Gangguan Jiwa
Kecanduan Main Game Dianggap Sebagai Gangguan Jiwa ILUSTRASI. Main game. (FOTO: digisecrets.com)

TIMESPROBOLINGGO, JAKARTA – Game, baik online maupun offline semakin banyak, hal ini juga mengakibatkan semakin banyaknya pula seseorang yang kecanduan bermain game. Melihat fakta ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belakangan ini mempertimbangkan kecanduan main game sebagai salah satu gangguan mental yang ada pada International Classification of Diseases (ICD) edisi ke-11.

Seperti dilansir dari Dokter Sehat, Gregory Hartl, juru bicara WHO menganggap kecanduan main game setara dengan gangguan jiwa. Ini karena kecanduan game sudah memenuhi semua kriteria untuk dianggap sebagai masalah kesehatan tersebut.

Seseorang disebut kecanduan bermain game saat mereka tidak bisa menghentikan kebiasaan bermain ini, dan sudah mencapai tahapan mengganggu fungsi personalnya, keluarga, edukasi, dan kehidupan sosialnya.

Dengan dimasukannya kecanduan game sebagai salah satu gangguan mental, diharapkan para tenaga medis professional seperti dokter, peneliti, dan pihak pemangku kebijakan di setiap negara bisa mulai mempertimbangan tindakan yang diperlukan untuk melakukan pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, atau menyediakan layanan kesehatan bagi mereka yang sudah mengalami kecanduan game dalam tahapan yang spesifik.

Lantas, seperti apa kecanduan game yang dianggap WHO sudah masuk dalam kategori gangguan jiwa? Hartl menyebutkan bahwa jika sampai kecanduan ini sudah tidak bisa dikontrol selama 12 bulan terakhir, baik itu saat memainkan game online atau offline, maka hal ini sudah termasuk dalam gangguan jiwa yang sebaiknya harus segera diobati.

Namun, banyak pula orang yang sudah mengalami gejala kecanduan yang parah meskipun dalam durasi waktu yang lebih pendek dari 12 bulan sehingga bisa segera mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com