Pilkada Kota Probolinggo

Demokrat Sodorkan Subri Dampingi Habib Hadi di Pilkada Kota Probolinggo

Home / Berita / Demokrat Sodorkan Subri Dampingi Habib Hadi di Pilkada Kota Probolinggo
Demokrat Sodorkan Subri Dampingi Habib Hadi di Pilkada Kota Probolinggo Soufis Sobri (kanan) saat wawancara bersama TIMES Indonesia. (FOTO: Istimewa)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Partai Demokrat Kota Probolinggo, sodorkan nama Soufis Sobri sebagai calon wakil wali kota mendampingi Habib Hadi Zainal Abidin dalam Pilkada Juni 2018 nanti.

Sobri, adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo yang memiliki 2 kursi di DPRD setempat. Adapun Habib Hadi, adalah Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, yang punya empat kursi.

Pasangan Habib Hadi-Sobri ini, tak sekedar wacana. Rekomendasi DPP Partai Demokrat telah turun, dan tinggal diambil di Jakarta. "Dalam rekomendasi, langsung berpasangan. Komposisinya sesuai dengan jumlah kursi," kata Sobri saat ditemui di Kelurahan/Kecamatan Kademangan, kota setempat, Senin (1/1/2018) malam.

Disinggung perihal deklarasi, Sobri menyerahkan kepada Habib. Dan jika itu dilakukan, pasangan ini menjadi pasangan kedua setelah Fernanda Zulkarnain-Zulfikar Imawan, yang diusung koalisi Partai Golkar (5 kursi) dan NasDem (4 kursi). 

Kepada TIMES Indonesia, Sobri enggan berkomentar banyak perihal sejumlah PAC PDIP yang menginginkan agar partai berlambang banteng moncong putih ini berkoalisi dengan PKB. Mereka juga menghendaki nama Haris Nasution agar masuk dalam daftar calon dalam Pilkada nanti.

PDIP merupakan partai terbesar dengan 8 kursi di DPRD, dan menjadi satu-satunya parpol yang bisa mengusung pasangan calon tanpa perlu koalisi. Koalisi PKB-PDIP berpotensi 'mengganggu' peluang Demokrat untuk mendapat 'jatah' calon wakil wali kota.

PDIP sendiri, sejauh ini belum menentukan sikap perihal figur yang akan diusung. Padahal, parpol tersebut telah membuka penjaringan calon sejak lama.

"Politik itu cair. Itu semua tergantung pada komitmen partai," kata Sobri, perihal manuver kader PDIP. Menurutnya, komitmen itu penting untuk keberlangsungan parpol. 

"Kalau tidak hancur sekarang, ya yang akan datang," katanya. Ia mengaku tak mempermasalahkan jika akhirnya dirinya terlempar dari posisi calon wakil. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com