Tak Laik Jalan, Bentor di Banyuwangi Ditertibkan

Home / Berita / Tak Laik Jalan, Bentor di Banyuwangi Ditertibkan
Tak Laik Jalan, Bentor di Banyuwangi Ditertibkan Kanit Turjawali, Ipda Taufan Akbar saat memeriksa Bentor milik Darman, warga Desa Tembokrejo Muncar, Banyuwangi (FOTO: Istimewa)

TIMESPROBOLINGGO, BANYUWANGI – Kendaraan roda tiga hasil modifikasi atau yang dikenal Bentor (becak bermotor) dianggap tidak laik beroperasi di jalan raya. Bermodalkan UU tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22/2009 pasal 287 ayat 6 juncto pasal 106 ayat 4, ketiga bentor yang sedang melintas di depan Polsek Muncar diberhentikan petugas Unit Turjawali Polres Banyuwangi, Rabu (3/1/2018).

Dalam UU LLAJ tersebut dijelaskan bahwa, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). 

Dari pasal 106 ayat 4 huruf h berbunyi, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan. Pada huruf (h) berbunyi, tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Bentor-A.jpg

Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho mengatakan, pelarangan operasi kendaraan jenis Bentor melintas di jalan nasional karena diangap dapat membahayakan pengemudi maupun penumpangnya. Dirinya juga mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk mengembalikannya dalam bentuk semula.

“Pembinaan Bentor di Kabupaten Banyuwangi selalu kita laksanakan. Mereka cari pasar-pasar untuk beroperasi. Tapi kita selalu mengimbau bahwa itu bukan kendaraan standar untuk penumpang,” kata Ris Andrian.

Kanit Turjawali Polres Banyuwangi, Ipda Taufan Akbar menambahkan, razia kali ini lebih difokuskan terhadap kendaraan rakitan seperti Bentor, Kereta Kelinci, dan Gerandong yang melintas dari perempatan Desa tembokrejo hingga ke arah timur dan melewati Mapolsek Muncar. Setelah ditertibkan, ketiga pemilik Mohamad Johan (43), Darman (54), dan Pairin (47) asal Kecamatan Muncar ini ada yang menggunakan mesin sepeda motor dan dua lainnya menggunakan mesin selep.

Bentor-B.jpg

“Bentor ini seharusnya beroperasi mengangkut ikan di wilayah pelabuhan Muncar, tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya. Jika melanggar maka akan ditindak tegas,” papar Taufan.

Ipda Taufan menambahkan, ketiga Bentor yang terjaring razia, kini diamankan di Mapolsek Muncar. Sedang bagi pemiliknya diberikan tindakan pembinaan. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com