KEK Senilai Rp 10 Triliun akan Dibangun di Kabupaten Malang

Home / Berita / KEK Senilai Rp 10 Triliun akan Dibangun di Kabupaten Malang
KEK Senilai Rp 10 Triliun akan Dibangun di Kabupaten Malang Tim Peninjauan Lapangan yang diketuai Kepala Badan Penanaman Modal Propinsi Jawa Timur, Lili Sholeh untuk urusan KEK menemui Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna di Rumah Kopi. (FOTO: Widodo Irianto/ TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, MALANG – Sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bernilai Rp 10 triliun lebih akan segera dibangun di Kabupaten Malang. Untuk pembangunannya, Pemda Kabupaten Malang telah menyiapkan areal seluas 300 hektar.

Sebuah tim verifikasi dari Propinsi Jawa Timur yang dipimpin Kepala Badan Penanaman Modal, Lili Sholeh M beserta timnya Kamis (18/1/2018) sore telah meninjau lokas dan langsung melaporkannya kepada Bupati Malang,  Dr H Rendra Kresna. Tim ini diterima di Rumah Kopi.

Bupati sore itu didampingi antara lain Sekwilda Didik Mulyono; Kadisbudpar, Made Arya Wedhantara SH MSi; Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat; Kepala Bappeda Tomie Herwanto; Kabag Humas Suwadji; Direktur PDAM Samsulhadi S Sos serta sejumlah pejabat lainnya.

Tim Propinsi ini akan segera melaporkan hasil peninjauan lapangan itu ke Gubernur Jawa Timur. Dijadwalkan,  Gubernur akan mempresentasikan hal ini minggu depan dihadapan Menko Perekonomian.

Rendra-Kresna-dan-Lili-Sholeh.jpg

"Rencana pembangunan KEK Singosari ini memang berbeda dengan KEK di daerah lain di Indonesia. Karena munculnya dari pemilik lahan itu sendiri. Pemerintah dalam hal ini akan mensuport dan memfasilitasi saja. Gubernur juga sudah mengeluarkan surat izin persetujuannya," kata Lili Sholeh.

Lili berharap setelah presentasi kepada Ketua Dewan Nasional KEK itulah, akan dikeluarkan Surat Penetapan (AP). Begitu SP keluar maka pembangunan KEK bisa dimulai. Tahap pertama adalah penyempurnaan infrastruktur. Jalan menuju KEK akan dilebarkan. 

"Juga akan dibarengi pembangunan flyover sepanjang satu kilometer mulai dari selatan Mako Kostrad hingga beberapa puluh meter sebelum perlintasan kereta api di Singosari," tambah Bupati Rendra Kresna.

Flyover ini nantinya yang akan memisah jalur menuju Karanglo dan menuju KEK serta kawasan Wisata Bromo-Tengger-Semeru (BTS). 

Menurut Rendra, rekayasa pemisahan jalur itu penting agar kendaraan yang hendak masuk ke kawasan KEK dan BTS tidak salah arah dan pengendara terfokus.

Di KEK ini, lanjut Rendra, nantinya akan dibangun banyak hal mulai dari hotel, pasar agro, rumah sakit, hutan pendidikan milik Universitas Brawijaya dan masih banyak lainnya yang menarik. 
Karena disebut KEK maka pembangunan fasilitas apapun nantinya akan diberi perlakuan khusus mulai dari perizinannya dan sebagainya.

"Kini tinggal menuntas soal amdal saja,  tapi bulan depan ini saya kira sudah selesai, " tutur Rendra. 

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herwanto menambahkan, bila tidak ada perubahan peluncuran kawasan KEK ini akan dilakukan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peresmian Tol Malang-Pandaan-Surabaya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com