Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Tolak Kebijakan Impor Beras

Home / Ekonomi / Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Tolak Kebijakan Impor Beras
Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Tolak Kebijakan Impor Beras Badan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI). (FOTO: Istimewa)

TIMESPROBOLINGGO, BONDOWOSO – Badan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), menolak keras kebijakan impor beras yang dilakukan oleh Pemerintah. 

"Impor beras jelas akan berdampak pada penurunan harga gabah petani yang akan mulai panen pada bulan Februari sampai April," tutur Ketua DPP PISPI, Salman Dianda Anwar, Kamis (18/1/2018).

Salman mempertanyakan perbedaan pernyataan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Dalam acara panen di Lampung beberapa waktu lalu, Amran mengatakan sepanjang tahun 2017 Indonesia telah memproduksi gabah sebanyak 80 juta ton.

Dengan angka rendemen 63 persen maka didapat beras sekitar 50 juta ton atau surplus sekitar 10 sampai 20 juta ton. 

"Namun awal pekan Januari 2018 Mendag Enggartiasto langsung merespon kenaikan harga beras dengan keputusan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam. Ini sangat tidak masuk akal," katanya. 

Ia menambahkan seharusnya pemerintah bisa melakukan stabilisasi harga beras lewat operasi pasar. Terlebih kata dia, saat ini Bulog masih mempunyai cadangan beras sebanyak 900 ribu ton.

"Ini bisa dilakukan sampai pertengahan Februari ketika awal masa panen raya padi," ujarnya. 

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com