Sertifikat di BTN Banyuwangi Menghilang, DPRD: KPR di BTN Sudah Tidak Aman

Home / Berita / Sertifikat di BTN Banyuwangi Menghilang, DPRD: KPR di BTN Sudah Tidak Aman
Sertifikat di BTN Banyuwangi Menghilang, DPRD: KPR di BTN Sudah Tidak Aman ILUSTRASI: Sertifikat. (Foto: Perbankan)

TIMESPROBOLINGGO, BANYUWANGI – Kasus berpindah tangan sertifikan nasabah KPR Bank Tabungan Negara (BTN) Banyuwangi kepihak ketiga akhirnya sampai ke DPRD setempat.

Nasabah nasabah perumahan Garuda Regency yang sertifikat agunannya justru berada di pihak ketiga membawa kasus ini ke DPRD Banyuwangi. Dalam hearing yang berlangsung Kamis (18/1/2018) kemarin, hadir pihak BTN Banyuwangi.

Menanggapi masalah ini, Anggota DPRD Banyuwangi dari NasDem, Ali Mustofa mempetanyakan kinnerja BTN.

“Sebagai perbankan satu-satunya yang menyalurkan Kredit Perumahan Rakyat telah membuat rasa khawatir kepada para nasabah di Kabupaten Banyuwangi, sehingga hal ini dapat dikatakan kredit perumahan di BTN sudah mulai tidak aman,” papar Ali Mustofa di DPRD Banyuwangi, Kamis (18/1/2018)

Setelah mengetahui beberapa fakta yang ditunjukkan dalam forum tersebut, Ali menduga, terindikasi kuat adanya sindikat dari oknum perbankan yang mempermainkan sistem dengan motif kepentingan pribadi. 

Ini karena dalam Perjanjian Kredit (PK) seharusnya melalui proses yang istilahnya Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) yang kemudian tahapan berikutnya adalah proses Akta Jual Beli (AJB), mekanisme yang telah diatur dalam perundang-undangan ini yang diabaikan oleh BTN.

“Dari sini artinya yang semula sertifikat tersebut atas nama pengembang beralih menjadi nama-nama para nasabah. Lah ini tidak, malahan beberapa sertifikat nasabah ada di BPR Artha Srono dan yang dua berada di perorangan. Ini yang saya maksud tidak aman, BTN tidak menjalan sistem sesuai prosedur, yang berarti kejadian tersebut BTN telah memberikan kredit bodong,” ujarnya.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com