Menyemai Pakerti Melalui Karya Seni

Home / Berita / Menyemai Pakerti Melalui Karya Seni
Menyemai Pakerti Melalui Karya Seni Pengunjung melihat karya seni pada pameran bertajuk Nandur Pakerti, Kamis (18/1/2018) di Galeri Raos Kota Batu. (FOTO: Ferry/TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, BATU – Dewi Ratna masih asyik memainkan pensil, menggoreskannya di atas kertas putih. Ada wujud yang dia inginkan dari goresannya, sebelum berganti dengan cat air.

Duduk beralas karpet, Dewi bersama sejumlah orang lainnya, mengikuti workshop cat air di Galeri Raos, Kota Batu. 

"Saya ingin cari ilmu melukis. Saya ingin memperdalam gimana cara pakai cat air," ucap mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Malang ini.

Workshop ini bagian dari pameran seni rupa berlabel Nandur Pakerti. Adalah 9Project, komunitas mantan mahasiswa seni rupa Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2009, sebagai penyelenggaranya.

Selama lima hari, hingga Sabtu (20/1/2018) esok, pameran karya seni dan workshop ini digelar. "Ini pameran sekaligus reuni dan silaturahmi," kata Muhammad Nur Yaqin, koordinator acara yang ditemui TIMES Indonesia.

Mengangkat tema Nandur Pakerti, tutur Yaqin, masyarakat diajak membangun kembali budi pekerti yang makin meluntur.

"Kami mencoba untuk membangun budi pekerti melalui karya seni," ucap pria yang kini menjadi guru SMA swasa di Pasuruan ini.

Kemajuan teknologi turut mempengaruhi moralitas generasi kini. Melalui karya seni, tuturnya, moralitas yang terdegradasi coba ditanamkan kembali.

Kolase foto dari Rudi Hartono adalah contohnya. Bernama sama dengan judul pameran, pembuat mengajak masyarakat mencintai tanaman.

Sejumlah karya dipamerkan, termasuk 20 lukisan. Selain cat air, digelar pula workshop drawing pen, kaligrafi, dan graffiti. Siapapun boleh mengikuti dan bebas biaya.

Akhir 2015, 9project pernah menggelar pameran karya seni rupa di tempat yang sama. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com