Ini Kata Kapolresta Probolinggo Soal Kejahatan Siber

Home / Berita / Ini Kata Kapolresta Probolinggo Soal Kejahatan Siber
Ini Kata Kapolresta Probolinggo Soal Kejahatan Siber Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESPROBOLINGGO, PROBOLINGGO – Kejahatan siber di kawasan Kota Probolinggo mengalami peningkatan signifikan. Hal itu, terjadi karena masyarakat kurang mengerti dan paham, sopan santun dan aturan-aturan selama berjejaring sosial.

Seperti yang baru saja terjadi, dimana seorang pria diamankan lantaran menyebarkan meme bernada ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo. Dalam kasus ini, si pelaku tidak sadar, jika tindakannya mampu memicu sebuah konflik.

Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal menjelaskan, kurun waktu antara tahun 2016 hingga 2018, terjadi peningkatan kejahatan siber sebesar 75 persen. Mulai dari ujaran kebencian, persekusi, maupun penganiayaan. Kebanyakan dari kasus yang masuk itu, bisa diungkap.

“Sangat mudah sekali, karena cyber troop kami, punya alat untuk mendeteksi dan melacak si pelaku. Walaupun kadang data diri yang digunakan pelaku, tidak sesuai,” katanya, Kepada TIMES Indonesia, Jumat (19/1/2018), siang.

Untuk mengantisipasi kejahatan siber, Polresta Probolinggo membuka command center. Khusus untuk melacak, menangani, dan mengawasi kejahatan siber yang mungkin terjadi. Selain itu, pihaknya secara intens, merangkul netizen-netizen yang aktif berjejaring sosial. Khususnya di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Menurut Alfian, pihaknya juga akan membuat  program ‘Jaswa’ atau jaring aspirasi warga. Untuk memberikan informasi babinkamtibmas yang disampaikan babinsa, guna mensosialisasikan hal yang berkaitan dengan kejahatan siber. Cara lama juga ditempuh, dengan menebar sejumlah banner peringatan dan sosialisasi pada warga. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com